Home / Berita Umum / Ahli Hukum Kampus Trisakti, Fickar Hadjar, Mengemukakan Hukum Jual Beli Masuk Ranah Perkara Perdata

Ahli Hukum Kampus Trisakti, Fickar Hadjar, Mengemukakan Hukum Jual Beli Masuk Ranah Perkara Perdata

Ahli Hukum Kampus Trisakti, Fickar Hadjar, Mengemukakan Hukum Jual Beli Masuk Ranah Perkara Perdata – Jual-beli online ‘gambar hard disk’ membuat ramai netizen. Konsumen terasa tertipu sebab barang yg dibeli cuman gambar hardisk bukan bentuk fisik. Selanjutnya bagaimana hukumnya?

Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dengan Bergabung Bersama Kami, Silahkan Hubungi CS Kami Melalui Kontak Yang Tersedia Atau Silahkan Langsung Klik Disini Untuk Klaim Bonus Anda

Ahli hukum Kampus Trisakti, Fickar Hadjar, mengemukakan hukum jual beli masuk ranah perkara perdata. Hukum jual-beli dapat masuk ranah pidana apabila ada niatan dari penjual untuk menipu konsumen.

Di perkara jual beli ‘gambar hardisk’ ini, Fickar menilainya ada niatan penjual untuk menipu konsumen. Ia mengemukakan, penjual menggunakan kelalaian konsumen sebab memajang harga untuk suatu gambar hardisk hampir sama juga dengan harga hardisk fisik.

Info Bonus : 5% Bonus Setiap Deposit Seterusnya, 5 % Bonus Cashback, Bonus Rollingan 0,7%, Bonus Ajak Teman 5% Dan Deposit Hanya 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

” Jika kita lihat harga nya kan itu tdk lumrah, jika ia jual gambar harusnya kan tambah murah. Jika ini kan harga nya hampir mirip atau mendekati harga aslinya, jadi memang ini ada niatan menipunya, ” kata Fickar kala diwawancara detikcom, Kamis (15/11/2018) .

Di perkara ini, seseorang konsumen beli hardisk di Tokopedia di toko ‘Pc seller’ di harga Rp 450. 000. Tetapi di gambaran di jabarkan oleh penjual cuma gambar yg dipasarkan. Menurut Fickar harga itu tdk lumrah.

Diluar itu, perkara ini dapat masuk ranah pidana apabila penjual kerjakan perihal ini berkali-kali. ” Jika ia beberapa kali kerjakan hal sama ini bisa pula masuk pidana, sebab ia miliki tekad, ” ujarnya.

Fickar menganjurkan perkara penipuan dapat berlangsung di semua transaksi jual baik online atau konvensional. Sebab itu, konsumen diimbau lebih jeli dalam transaksi.

Diluar itu, ia pun mengharapkan semestinya pemerintah membuat aturan agar perkara begini tdk terulang kembali. Menurut Fickar, perkara jual beli ‘gambar hardisk’ ini termasuk baru di Indonesia.

” Memang ini mesti ada regulasinya yg mengendalikan dapat dikeluarkan melalui Permen atau dimasukkan dalam UU ITE, ” bebernya.

Perkara ini berasal kala seorang bertransaksi di toko ‘Pc seller’. Ia beli produk seharga Rp 450. 000, tapi terasa tertipu sebab cuma terima kertas bergambar hard disk external memiliki 1 TB.

Meskipun sebenarnya toko dengan account Lioe Kon Tjen itu jual ‘Hardisk eksternal WD 1 Tb’ tetapi dalam deskripsinya toko itu menulis ‘hanya gambar saja’.

Konsumen juga memprotes sebab terasa tertipu tetapi pemilik toko membela diri. ” Toko ini amatlah jujur cuma pembelinya yg terlampau cerdik hingga jelas apakah yg saya jual tiada membaca deskripsinya lebih dahulu, ” catat si penjual.

Tokopedia lantas langsung ambil perbuatan. Toko itu langsung ditutup.

” Sekarang ini, produk yg disebut udah dihapus. Toko yg jual produk itu sudah ditindak sama dengan proses

About penulis