Home / Berita Umum / Bocah di Pati Meninggal Murni Karena Gagal Napas Akibat Tenggelam di Kedung

Bocah di Pati Meninggal Murni Karena Gagal Napas Akibat Tenggelam di Kedung

Bocah di Pati Meninggal Murni Karena Gagal Napas Akibat Tenggelam di Kedung – Pasha Agustian (10) pelajar kelas 4 SD yang disebut masyarakat Desa Kedungwinong Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati meninggal terbenam waktu berenang di Kedung Bendo Jenggot yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dengan Bergabung Bersama Kami, Silahkan Hubungi CS Kami Melalui Kontak Yang Tersedia Atau Silahkan Langsung Klik Disini Untuk Klaim Bonus Anda

Kapolsek Sukolilo Iptu Supriyono menuturkan, korban awalannya berenang dengan ke-2 partnernya di kedung itu. Akan tetapi, korban lalu berenang sendirian mendekati grojogan air dam, hingga menjauh dari ke-2 partnernya.

“Saat mandi bersama dengan itu, setelah itu korban berenang sendirian cukup menjauh dari dua partnernya dengan mendekati grojogan air dam. Serta datang -tiba korban hilang atau terbenam,” tuturnya.

Info Bonus : 5% Bonus Setiap Deposit Seterusnya, 5 % Bonus Cashback, Bonus Rollingan 0,7%, Bonus Ajak Teman 5% Dan Deposit Hanya 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

Tahu keadaan itu, rekanan korban sudah sempat lakukan penelusuran, akan tetapi akhirnya nihil. Dia juga berupaya minta pertolongan masyarakat ditempat untuk selekasnya mencari kehadiran korban.

“Sesudah dikerjakan penelusuran bersama dengan masyarakat saat seputar 1 jam, pada akhirnya korban diketemukan di basic air atau dibawah fondasi dam. Setelah itu korban diangkat oleh masyarakat tapi korban telah dalam kondisi wafat. Lalu korban dibawa pulang ke tempat tinggalnya,” terangnya.

Berdasar pada kontrol team medis dari Puskesmas ditempat, pada jenazah korban tidak diketemukan luka sisa penganiayaan. Disangka korban wafat murni sebab tidak berhasil napas karena terbenam.

“Atas kematian korban, pihak keluarganya menerimakan jika disebabkan sebab kecelakaan terbenam serta bukan dikarenakan oleh tindakan orang yang lain. Setelah itu membuat surat pengakuan yang didapati Pemdes Kedungwinong,” pungkas Supriyono.

About penulis