Home / Berita Umum / Demokrat Masih Tetap Menunggu Janji Prabowo. Gerindra Ikut Disuruh Buat Sedikit Merintih

Demokrat Masih Tetap Menunggu Janji Prabowo. Gerindra Ikut Disuruh Buat Sedikit Merintih

Demokrat Masih Tetap Menunggu Janji Prabowo. Gerindra Ikut Disuruh Buat Sedikit Merintih – Gosip interaksi tak serasi pada Partai Demokrat serta Gerindra kembali mengemuka. Gerindra mengungkit janji Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) buat mengampanyekan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pemilihan presiden 2019.

Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dengan Bergabung Bersama Kami, Silahkan Hubungi CS Kami Melalui Kontak Yang Tersedia Atau Silahkan Langsung Klik Disini Untuk Klaim Bonus Anda

Demokrat membalas. Demokrat mengungkit janji calon presiden Prabowo Subianto ke SBY. Apakah Janji Ketum Gerindra itu?

Juru bicara Kogasma Partai Demokrat Putu Supadma Rudana menejabarkan calon wakil presiden nomer urut 02 Sandiaga Uno sempat janji di depan SBY pada tanggal 12 September di Mega Kuningan Timur, Jaksel. Barternya, kata Putu, Komandan Komando Unit Pekerjaan Berbarengan (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mesti mengampanyekan Prabowo-Sandiaga.

Info Bonus : 5% Bonus Setiap Deposit Seterusnya, 5 % Bonus Cashback, Bonus Rollingan 0,7%, Bonus Ajak Teman 5% Dan Deposit Hanya 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

3 bulan berjalan, rupanya janji Sandiaga di rasakan belumlah dijalankan. Putu malah menyatakan Sandiaga tidak ada keinginan baik buat menepati janjinya itu.

” Dalam pertemuan Mas AHY serta Mas Sandiaga Uno di Tempat tinggal Mega Kuningan Timur, pada tanggal 12 September 2018, Mas Sandiaga Uno janji berbagai hal di depan Bapak SBY serta Bapak Prabowo Subianto. Sesudah janji berbagai hal, Sandiaga Uno memohon kesediaan Mas AHY buat turut bersafari dengan Sandiaga Uno. Mas AHY menyanggupi tapi tak ditetapkan saatnya kapan. Sampai ini hari, Mas Sandiaga Uno tidak cuma tak ada keinginan baik buat menepati janji-janjinya itu, tapi ikut belum pernah kerjakan komunikasi kembali dengan Mas AHY, ” kata Supadma dalam info tertulisnya, Rabu (14/11/2018) .

Janji pada ke-2 Ketum partai politik ini kali pertama disinggung oleh Sekjen Gerindra Ahmad Muzani. Muzani katakan SBY belumlah juga mengampanyekan Prabowo-Sandiaga. Walaupun sebenarnya periode kampanye telah berjalan 1, 5 bulan.

Pengakuan Muzani itu selanjutnya digagalkan Demokrat. Muzani dirasa memberikan pengakuan tendensius serta menyesatkan publik.

” Sekjen Partai Gerindra memberi kabar yang tak utuh, tendensius serta menyesatkan publik dan mengusahakan menyeret Komandan Kogasma PD pada masalah yang tak produktif, ” kata Supadma.

Supadma menyatakan keseriusan AHY mendukung kemenangan Prabowo-Sandiaga. Buktinya, katanya ialah kesediaan AHY berubah menjadi angota Dewan Pembina Team Pemenangan.

” Pertanyaan paling besar kami, berapa serius Mas Sandiaga Uno berusaha buat menang sewaktu duduk berbarengan pada beberapa Anggota Dewan Pembina saja belum pernah dijalankan, hingga tak jelas siapa akan melakukan hal apakah. Mas AHY menjadi Komandan Kogasma biasa berfikir serta lakukan tindakan sistematis ; sebelum eksekusi lapangan, tetap ada rencana serta persiapan yang masak. Beliau mempercayai, persiapan yang baik ialah 50% kemenangan, ” tutur ia.

Bacalah juga : Gerindra Singgung Janji SBY Kampanyekan Prabowo-Sandi

Wasekjen PD Andi Arief ikut bicara bab janji Prabowo ke SBY serta AHY. Ia menuturkan banyak janji calon presiden nomer urut 02 itu banyak yang belumlah terbayar.

” Memang SBY menjanjikan kampanye buat Prabowo, tapi silahkan di tanya ke Pak Prabowo berapakah janji yang belumlah dipenuhi ke Demokrat serta SBY, ” kata Andi Arief di account Twitter-nya serta mengizinkannya detikcom mengutipnya tadi siang.

Di Pemilihan presiden 2019, Demokrat telah final mementingkan kemenangan buat Pileg. AHY ikut di jelaskan telah turun gunung buat mengonsolidasikan nada partai Demokrat di daerah.

” Pilihan kami telah final. Demokrat first. Selamatkan nada partai sembari menjadi pemenang prinsip penggabungan Prabowo-Sandi. Kalaupun nada Partai Demokrat besar, peluang Prabowo-Sandi menang ada, ” papar Andi.

Disinggung bab janji Prabowo, elite Gerindra malah menyayangkan masalah internal penggabungan itu dilewatkan ke publik. Mestinya ada komunikasi antar penggabungan berkenaan janji antar Ketum partai itu.

” Soal ini tidak usah kita tanggapi di alat ya. Tak elok disikapi di alat, sama-sama sahut-menyahut di alat. Kan ini kan penggabungan. Mesti memberikan kesolidan dalam kerja. Jadi saya pikir masalah internal Gerindra serta Demokrat kelak juga bakal dibicarakan oleh beberapa sekjen di BPN. Yang tentu kami mau memberikan kalau penggabungan kami solid serta SBY serta Demokrat tetap akan berbarengan kami, ” papar anggota Tubuh Komunikasi Gerindra Andre Rosiade.

Demokrat masih tetap menunggu janji Prabowo. Gerindra ikut disuruh buat sedikit merintih.

” Jadi memang semestinya dengan terlebih dulu diawali rapat pertemuan serta dialog biar terwujud pemecahan terunggul buat menjadi pemenang Prabowo-Sandi. Semestinya janji itu semestinya ditanyakan kembali lagi Prabowo-Sandi yang sempat dikatakan pada saat di tempat tinggal SBY, ” singgung Supadma.

” Optimisme yang mau kami bangun ialah mewujudkan janji-janji Prabowo-Sandi pada partai penggabungan adalah soal yang penting sebelum janji pada rakyat selanjutnya merealisasikannya. Kalau janji kecil pada ‘rakyat terdekat’ saja tak sanggup direalisasikan, bagaimana bisa wujudkan banyak janji pada rakyat luas. Janganlah nodai rakyat dengan janji-janji. Kasih bukti, serta bukan janji

About penulis