Before Header

Guru Honorer Hairil Ditangkap Sabtu (18/5) Tempo Hari

Guru Honorer Hairil Ditangkap Sabtu (18/5) Tempo Hari

Guru Honorer Hairil Ditangkap Sabtu (18/5) Tempo Hari – Seseorang guru honorer dalam suatu sekolah basic di Sumenep, Madura, Jawa Timur, Hairil Anwar diamankan polisi dengan sangkaan menebarkan ajaran kedengkian serta intimidasi pada Presiden Joko Widodo melalui sosial media.

Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dengan Bergabung Bersama Kami, Silahkan Hubungi CS Kami Melalui Kontak Yang Tersedia Atau Silahkan Langsung Klik Disini Untuk Klaim Bonus Anda

Kepala Bagian Humas Polda Jawa timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera menjelaskan Hairil mengupload pengakuan yang bernada ajaran kedengkian serta intimidasi pada Jokowi di account Facebook.

“Namanya Hairil Anwar, tetapi ia menggunakan account Putra Kurniawan, kami masih memahami kenapa ia menggunakan nama Putra Kurniawan. Biasanya account di sosial media yang lakukan kedengkian dengan hate speech ini tetap memakai account fake,” kata Barung waktu didapati di Mapolda Jawa timur, Minggu (19/5).

Info Bonus : 5% Bonus Setiap Deposit Seterusnya, 5 % Bonus Cashback, Bonus Rollingan 0,7%, Bonus Ajak Teman 5% Dan Deposit Hanya 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

Menurut Barung dalam account facebooknya, Hairil sudah sempat membuat posting bernada intimidasi pembunuhan pada Jokowi. Tidak cuma itu, dia lakukan penghinaan pada Menkopolhukam Wiranto serta menyentuh tentang wafatnya beberapa ratus Petugas KPPS.

Polisi menyelamatkan tangkapan monitor Facebook Hairil jadi tanda bukti masalah ini.

Hairil, kata Barung, bahkan juga sempat melawan polisi untuk menangkapnya.

“Ia bahkan juga sempat menjelaskan, ‘mana ini polisi yang ingin menangkap’. Sekalian ini jarinya (dua jari). ‘Ditunggu tuturnya ada yang ingin nangkap saya’,” kata Barung.

Hairil ditangkap Sabtu (18/5) tempo hari, di SD negeri tempanya kerja di Sumenep.

Selain itu, Hairil akui, aksi yang dilakukan itu tidak mempunyai tujuan tersendiri. Dia menyebutkan, dianya sekedar hanya ikutan serta bereaksi menanggapi situasi panasnya politik di sosial media.

“Awalannya saya hanya ikuti ramainya sosial media itu saja dengan panasnya politik sekarang ini,” kata Hairil, dengan kepala menunduk.

Hairil mengaku jika dianya adalah simpatisan capres serta wapres nomer urut 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno.

“Iya (simpatisan Prabowo-Sandi),” kata Hairil, waktu menjawab pertanyaan mass media.

Hairil akui menyesal sudah tuliskan posting itu. Dia juga akui cuma dapat pasrah jalani proses hukum karena tindakannya

Atas perbuatanya , Hairil Anwar sudah diputuskan jadi terduga Masalah 28 ayat (2) Jo Masalah 45 A Ayat (2) UU Nomer 19 Tahun 2016 mengenai pergantian atas UU Nomer 11 Tahun 2008 mengenai Info serta Transaksi Elektronik (ITE) serta Masalah 207 KUHP dengan intimidasi hukuman 6 tahun penjara.

You might also like