Home / Berita Umum / Ma’ruf Amin soal ‘Budek-Buta’: Nggak Menyinggung Kok Minta Maaf

Ma’ruf Amin soal ‘Budek-Buta’: Nggak Menyinggung Kok Minta Maaf

Ma’ruf Amin soal ‘Budek-Buta’: Nggak Menyinggung Kok Minta Maaf – Komunitas Tunanetra Menuntut bakal memberikan laporan calon wakil presiden nomer urut 01 Ma’ruf Amin ke Komnas HAM sehubungan perkataan ‘budek-buta’. Team Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf menjelaskan Ma’ruf tak pantas dilaporkan.

Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dengan Bergabung Bersama Kami, Silahkan Hubungi CS Kami Melalui Kontak Yang Tersedia Atau Silahkan Langsung Klik Disini Untuk Klaim Bonus Anda

” Saya duga memang kiai Ma’ruf tak pantas untuk dilaporkan atau diprotes oleh sebagain rekan-rekan dari difabel, ” tutur Wakil Ketua TKN Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding, kala dihubungi, Rabu (14/11/2018) .

Karding menjelaskan kalimat ‘budek-buta’ yang dikatakan Ma’ruf berencana dibikin untuk kebutuhan politik oleh pihak lawan. Ia mengharap Komunitas Tunanetra tak terbujuk oleh soal itu.

Info Bonus : 5% Bonus Setiap Deposit Seterusnya, 5 % Bonus Cashback, Bonus Rollingan 0,7%, Bonus Ajak Teman 5% Dan Deposit Hanya 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

” Saya berharap rekan-rekan difabel tak terbujuk karenanya framing, ini memang berencana di proses dengan politik oleh pihak di samping supaya jadi sentimen. Seolah-olah kiai Ma’ruf tak peka pada difabel, kiai Ma’aruf begitu peka, jadi kiai begitu memahami, begitu tahu bab itu. Hanya memang barang ini pengakuan ini diframing demikian rupa agar pada akhirnya berikan resiko memiliki pengaruh, ” kata Karding, ” kata Karding.

Menurutanya, Ma’ruf tak punya niat mengusik perasaan kelompok difabel. Karding menjelaskan kalimat itu diperlukan Ma’ruf jadi majas untuk beberapa orang yang tak mengaku kerja hasil Jokowi.

” Sebab memang fakta jika kiai Ma’ruf tak ada tujuan sebab itu, gak ada sekali-kali. Itu bahasa majas yang memperlihatkan jika ini ada beberapa orang yang tidak ingin mengaku serta obyektif, dan jujur pada sejumlah hasil pembangunan yang dikerjakan pak Jokowi sepanjang 4 tahun, ” kata Karding.

” Tujuan kiai Ma’ruf baik jika penduduk masyrakat dipandang untuk obyektif. Kurang lebih beginilah bila bahasa Al Quran itu, jangan pernah kebencaianmu terahadap seorang menghilangkan tingkah laku adilmu terahadap dianya, jadi kita mesti obyektif kita hatrus jujur kita mesti apa yang ada, ” sambungnya.

Komunitas Tunanetra Menuntut mengultimatum calon wakil presiden nomer urut 01 Ma’ruf Amin sehubungan perkataan ‘budek-buta’. Ma’ruf menampik memohon maaf sebab terasa tidak mengarahkan ucapannya ke masalah fisik.

Penggerak Komunitas Tunanetra Menuntut Suhendar menjelaskan tak dapat memaksakan tersedianya permohonan maaf dari Ma’ruf Amin. Tapi ia menyatakan diksi ‘budek-buta’ yang diperlukan Ma’ruf Amin mengusik perasaan kelompok difabel.

” Banyak diksi lainnya yang dapat diperlukan. Ada kata yang lebih menyejukkan kan. Mengapa tak memakai kata tak lihat atau mungkin tidak dengar. Diksi ini yang mengusik kelompok difabel, ” kata Suhendar terhadap wartawan, Rabu (14/11/2018) .

Suhendar menjelaskan Ma’ruf masihlah punyai tiga hari untuk memohon maaf sejak mulai penyataan sikap Komunitas Tunanetra Menuntut, Senin (12/11) saat kemarin. Apabila tak ada pemintaan maaf, ia menyatakan bakal memberikan laporan Ma’ruf Amin terhadap Tubuh Pengawas Pemilu (Bawaslu) serta Komnas HAM.

About penulis