Home / Berita Umum / Sebelum Sebar ‘Raja Jokowi’, Pemasang Poster Kumpul di Semarang

Sebelum Sebar ‘Raja Jokowi’, Pemasang Poster Kumpul di Semarang

Sebelum Sebar ‘Raja Jokowi’, Pemasang Poster Kumpul di Semarang – Pembuat atau pemilik poster ‘Raja Jokowi’ masih tetap berubah menjadi sinyal pertanyaan. Dengan batas waktu ini hari, pembuat serta penyebarnya diperintah ada menjumpai PDIP untuk memaparkan tujuan pemasangan. Terasa tersentil, team lawan politik memandang PDIP dibuat-buat bila menuduh mereka.

Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dengan Bergabung Bersama Kami, Silahkan Hubungi CS Kami Melalui Kontak Yang Tersedia Atau Silahkan Langsung Klik Disini Untuk Klaim Bonus Anda

Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto, menjelaskan dirinya sendiri langsung mengeluaran edaran untuk kader biar lekas menanggalkan poster tipe rontek itu selesai pastikan DPP PDIP serta team kampanye nasional ataupun daerah tdk ada perintah mau membuat poster itu.

Selesai poster-poster serta stiker di belakang agkutan kota dengan gambar mirip di 27 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah diturunan, PDIP ikut kerjakan pencarian. Saat lihat seorang menempatkan poster itu, nyata-nyatanya memang benar ada perintah dari ‘pusat’ akan tetapi orang itu tdk dapat mejelaskan siapa yang disebut.

Info Bonus : 5% Bonus Setiap Deposit Seterusnya, 5 % Bonus Cashback, Bonus Rollingan 0,7%, Bonus Ajak Teman 5% Dan Deposit Hanya 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

” Telah ada, yang masang telah ketahuan, yang pasang di lapangan ketahuan. Telah ada, yang pasang di lapangan ketahuan, yang masang bersua kita. Kita bertanya, ‘Kamu itu pasang bagaimana? ‘. (Dijawab) ‘Disuruh dari pusat’, ” papar Bambang waktu dihubungi, Rabu (14/11/2018) .

Akan tetapi dari pencarian itu didapati sebelum pemasangan poster ada pertemuan di hotel di Semarang. Gudang area buat menyimpan alat peraga kampanye ‘raja Jokowi’ itu sudah didapati. PDIP juga memandang itu bukan project dengan dana dikit sebab ada 10 poster tiap-tiap desa hingga ada peluang jumlah 85 ribu lembar se Jawa Tengah.

” Sekali pasang, yang menempatkan bisa Rp 5 ribu, plus bambu serta tali Rp 10 ribu. Itu angka gede, belum juga percetakannya, pengangkutannya serta lainnya lain. Sertakan uang besar, tdk kurang Rp 3, 5 miliar sampai Rp 4 miliar, ” kata Bambang Wuryanto di Semarang, Rabu (14/11/2018) .

Bila benar begitu, menurut Bambang, pembuat atau pemilik poster ialah orang kaya. Dalam analisisnya peluang pemiliknya peluang ialah team lawan politik. Akan tetapi tdk tertutup peluang kalau pemiliknya ialah simpatisan Jokowi sendiri.

Akan tetapi sehubungan peluang kalau poster-poster itu dibikin oleh simpatisan Jokowi sendiri, Bambang Wuryanto menyebutkan seandainya benar demikian karena itu simpatisan itu miliki wawasan organisasi yang tdk layak. Akan tetapi bila lawan politik yang bikin, Bambang mengaku orang itu cerdik.

” Pasti yang miliki gawe (kebutuhan) itu orang yang miliki duwit. Bila (dibikin) simpatisan Jokowi, maaf, wawasan organisasinya rendah, wawasan budayanya rendah. Tetapi bila lawan, ia jago, miliki kecerdasan menakjubkan, sebab bila tidak benar turunkan (poster) , gosip menyebar PDIP turunkan gambar Jokowi, mencari sensasi, ” jelas Bambang.

PDIP belum juga hendak memutuskan untuk memberikan laporan pemasangan poster itu ke pihak berwajib. Menurut PDIP, poster itu mencatut logo PDIP tiada sepengetahuan partai. Lantas dipandang merendahkan sebab Jokowi ialah capres yang maju lewat penentuan umum.

” Ini merendahkan kecerdasan. Ini jaman demokrasi, petinggi politik, ini jadi calon presiden, berarti bila lantas dijelaskan raja, raja kan tdk di pilih, harusnya di pilih, elektoral. Ini merendahkan kecerdasan PDIP, ” tegasnya.
Mengharap Timbulnya Si Tajir Penasbih ‘Raja Jokowi’Stiker ‘Raja Jokowi’ di angkutan umum (Poto : Ragil Ajiyanto/detikcom)

Saat ini PDIP masih tetap menanti pemilik poster ada lewat cara kesatria ke kantor DPD PDIP Jawa Tengah. Siang kelak dapat diselenggarakan rapat oleh pengurus PDIP Jateng untuk memastikan sampai kapan dapat menanti serta langkah apakah yang dapat diambil lalu.

” Ini hari kami sampai sesi semua APK kita amankan. Sesi seterusnya menanti sang pemilik APK punya sikap kesatria. Kita dapat ajak diskusi jadi sama-sama anak bangsa. Saya yakinkan tdk ada lecet dikit juga, ” katanya.

Disamping itu Sekretaris DPD Gerindra Jateng, Sriyanto Saputro menyayangkan gugatan yang ke arah oposisi. Dia menganjurkan PDIP langsung lapor ke Bawaslu.

” Bila masalah edaran (penurunan poster) , kami kenali langkah itu. Tetapi sama sama tuduh itu bikin situasi tdk baik, ” kata Sriyanto pada detikcom, Selasa (13/11/2018) .

Dia ikut menyebutkan beredarnya poster itu tentunya dibutuhkan ongkos tinggi, hingga menurut Sriyanto pihaknya lebih baik cetak poster Praowo-Sandi dibanding cetak poster lawan politik. ” Ketimbang bikin itu, mending kami bikin poster buat kami, ” katanya.

Sriyanto memaparkan biar tdk sama sama tuduh, sebab berdasar pada pengalamannya jadi Ketua Pengawas Penentuan Gubernur Jawa Tengah tahun 2008, ada penyebaran selebaran yang menjelekkan Calon Gubernur Jateng Bibit Waluyo. Selesai pelakunya tertangkap nyata-nyatanya antara lainnya ialah simpatisan Bibit sendiri.

” Saya tahun 2008 miliki pengalaman waktu jadi ketua Panwas Pilgub Jateng tersebar selebaran yang sudutkan Cagub Bibit Waluyo selesai direview nyata-nyatanya yang buat pihak khusus yang tidak dari team pesaing, ” tuturnya.

Ahli komunikasi politik Kampus Paramadina, Hendri Satrio, melihat orang dibalik poster yang tampilkan Presiden Joko Widodo bak raja itu gak memahami hukum.

” Apa-pun itu, memang siapa juga yang tempatkan poster itu, yang pertama, memang tdk memahami terkait hukum di NKRI. Selalu lantas yang ke dua memang mencari perhatian

About penulis